Jumat, 01 Mei 2015

Eksekusi Mati

Belakangan ini, eksekusi mati terpidana kasus narkoba jadi topik perbicangan hangat di bidang hukum.

Pada Rabu dinihari tanggal 29 April 2015, pada putaran kedua eksekusi mati delapan terpidana narkoba menjalani eksekusi mati di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Selain duo Bali Nine (Andrew Chan dan Myuran Sukumaran), enam terpidana mati lainnya yang dieksekusi adalah Martin Anderson; Sylvester Obiekwe Nwolise; Okwudili Oyatanze; dan Raheem Agbaje dari Nigeria, Rodrigo Gularte dari Brasil; serta Zainal Abidin, warga negara Indonesia.

Sebelum mereka dieksekusi, sebagian dari mereka sempat menyanyikan lagu Amazing Grace kata Pastor Karina de Vega. Kemudian lima belas menit sebelum tengah malam, keluarga korban menyalakan lilin sambil menyaksikan iring-iringan kendaraan yang membawa para narapidana ke lokasi eksekusi. Salah seorang dari keluarga membacakan doa. Tak lama kemudian, mereka mendengar suara tembakan keras. Suasana berubah menjadi histeris. Penasihat spiritual berusaha menenangkan keluarga.

Namun, diantara 9 terpidana yang seharusnya di eksekusi mati pada hari itu, ada satu orang terpidana bernama Mary Jane Veloso yang eksekusinya masih di tunda sampai saat ini.
Mary Jane ditangkap di bandara Yogyakarta lima tahun lalu, setelah kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin. Dia mengklaim narkoba tersebut dijahitkan di dalam kopernya tanpa sepengetahuan dirinya. Eksekusi Mary Jane ditunda karena adanya permintaan pemerintah Filipina menyusul adanya keterangan dari seseorang menyerahkan diri di negara tersebut dan mengklaim Mary Jane Veloso hanya sebagai kurir narkoba. Pemerintah Indonesia menganggap perlu bagi Mary Jane Veloso untuk memberikan kesaksian dalam persidangan di Filipina.

Indonesia sebagai negara keempat dengan hukuman tentang narkoba terberat di dunia, Indonesia menggunakan regu tembak untuk hukuman maksimum dan menggunakan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Jika orang tersebut terbukti menjadi pengguna narkoba, dia bisa dipenjara selama 10-15 tahun. Memang, Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan hukum anti - narkoba yang serius dan sulit. Berikut ini UU yang mengatur tentang narkoba (klik).

Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Indonesia sudah mengalami darurat narkoba, di mana 18.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat narkoba ini, sementara puluhan ribu lainnya menderita di pusat-pusat rehabilitasi.

Berdasarkan ilmu budaya dasar, terdapat bahasan tentang manusia dan keadilan. Kasus diatas bisa kita masukan dalam bahasan ini.
Eksekusi mati harus tetap dilaksanakan meskipun sebelum eksekusi itu dijalankan muncul protes dari masyarakat internasional dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah Australia, yang sejak awal meminta pembatalan eksekusi hukuman mati, memperingatkan akan ada konsekuensi dari eksekusi ini. Namun, pada akhirnya pemerintah Indonesia mengambil keputusan yang tepat untuk tetap melakukan eksekusi mati terhadap para terpidana tersebut.

Keadilan harus tetap ditegakkan apapun konsekuensinya. Sebagai masyarakat awam kita hanya dapat menunggu dan melihat bagaimana kelanjutan dari kasus hukum Mary Jane dan kasus hukum lain di negera kita.

Sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2015/04/29/063661986/Eksekusi-Mati-Para-Terpidana-Bernyanyi-Saat-Ditembak
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150428_eksekusi_pelaksanaan
http://news.detik.com/read/2015/05/01/161722/2903492/1148/eksekusi-mary-jane-ditunda-keluarganya-malah-kritik-pemerintah-filipina
http://pekanbaru.tribunnews.com/2015/01/19/indonesia-negara-keempat-hukum-narkoba-terberat-di-dunia?page=2

Gempa Nepal

Lagi-lagi dunia berduka

Kali ini bersumber dari Nepal. Gempa dahsyat 7,9 SR mengguncang Nepal, India, Tiongkok dan Bangladesh pada hari Sabtu, 25 April 2015 pukul 11.56 NST.

Pusat gempa Nepal ini berada pada kedalam 15 km, di kategorikan sebagai gempa dangkal. Aktivitas gempa mengakibatkan goncangan kuat. Goncangan pada gempa Nepal kali ini mencapai skala 9 MMI (Modified Mercalli Intensity) menyatakan goncangan gempa dari skala 1 hingga 12. Dengan skala 9, gempa tersebut mengakibatkan goncangan sangat keras yang dapat menghancurkan bangungan yang dibangun tanpa kaidah rekayasa yang baik.


Capture di atas merupakan hasil searching saya di google tentang gempa di Nepal. Kesan pertama saya waktu pertama kali lihat pastinya kasihan banget, miris juga liatnya, masih nggak bisa kebayang kalo saya sendiri yang ngerasain kayak gitu gimana.
Dalam Ilmu Budaya Dasar, ada bahasan tentang manusia dan penderitaan. Menurut saya bahasan tentang gempa di Nepal ini topik yang paling pas saat ini untuk di masukan dalam bahasan tersebut.


Ada bayi yang baru berusia 4 bulan yang selamat, bayi tersebut di selamatkan 22 jam setelah gempa tersebut mengguncang kota Kathmandu.
Bayi tersebut menangis ditengah reruntuhan bangunan sehingga suaranya terdengar oleh tim penyelamat, dan kemudian dapat diselamatkan. Bayi tersebut sekarang sudah berada di bawah penanganan dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya cedera yang di alami bayi tersebut.

Foto seorang bayi yang diselamatkan tersebut merupakan foto yang paling miris menurut saya diantara foto-foto lain di google. Masih nggak bisa saya bayangin bayi yang baru lahir ke dunia 4 bulan, yang belom bisa ngomong udah harus ngerasain penderitaan kejebak nggak bisa gerak dibawah runtuhan gedung-gedung yang beratnya nggak usah ditanya deh udah pasti berat banget. Bayi usia 4 bulan tulang kepalanya aja masih lunak gitu, nggak kebayang pokoknya bayi sekecil itu udah harus mengalami musibah yang cukup dahsyat kayak gitu. Masih banyak korban-korban lain yang buat hati kita tergerak kalau melihatnya, kebanyakan dari mereka pasti kehilangan rumah, harta benda, dan juga keluarga.

Kembali lagi masalah korban gempa di Nepal, gempa ini merupakan gempa terbesar di Nepal setelah tahun 1934. Berita terupdate yang saya baca di internet bilang korban meninggalnya sudah lebih dari 6000 orang, lebih dari 10.000 orang luka-luka dan masih banyak juga orang yang belum di temukan. Namun disayangkan, Kekurangan air dan bahan makanan di ibu kota Nepal mengakibatkan ribuan pegawai terpaksa balik ke desa-desa mereka. Sedangkan kurangnya bis dan distribusi bantuan yang lambat menyebabkan perseteruan antara pendemo dan polisi.

Bantuan pun berdatangan, Indonesia sendiri lewat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan bantuan dengan total 4 ton, bantuan kemanusiaan dari Indonesia juga dikirim dalam dua tahap, tahap pertama dikirim pada Rabu (29/4/2015) dan tahap kedua pada Jumat (1/5/2015).

Bagi semuanya yang membaca postingan saya ini, ayo sama-sama kirimkan doa kepada saudara-saudara satu dunia kita yang terkena gempa di Nepal dan semua yang mendapat musibah agar mereka semua diberikan ketabahan dalam menjalani cobaan ini, dan semoga keadaan dapat lebih cepat membaik dari sekarang ini , amin.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Nepal_2015
http://www.dream.co.id/news/suara-tangisan-selamatkan-bayi-4-bulan-dari-gempa-nepal-150429i.html
https://www.google.com/search?q=gempa+nepal&newwindow=1&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=A5JDVdfZEsaeugS9t4CgCw&ved=0CAgQ_AUoAg&biw=1366&bih=657
http://news.detik.com/read/2015/05/01/090723/2903164/934/kawasan-dekat-pusat-gempa-nepal-rusak-parah
http://sains.kompas.com/read/2015/04/26/15264441/Gempa.Nepal.Mengapa.Bisa.Begitu.Mematikan.


Indah = ?

Saya setuju tuh kalo orang pada bilang cowok kalo ngeliat cewek dari fisiknya dulu, emang iya sih tapi bukan cuma cowok aja cewek juga gitu, lebih tepatnya lagi semua orang pasti gitu.

Secara fisik manusia kan punya 5 indera, indera penglihatan (mata), indera penciuman (hidung), indera pendengaran (telinga), indera pengecap (lidah) dan indera peraba (kulit).
Diantara 5 indera itu mata itu salah satu yang nangkep sesuatu duluan menurut saya, jadi memang dari sananya manusia itu langsung nilai apa yang baru mereka lihat baru selanjutnya nilai dari segi lain. Iya gak sih?

Ngomongin soal penilain kita terhadap sesuatu yang kita lihat, kita nilainya berdasarkan indah atau nggaknya kan ya biasanya.




Tiga gambar diatas merupakan foto dari kantor google yang ada di Jakarta.
Gimana pendapat kalian pas lihat foto itu? keren kan. Saya kalo ditanya pasti jawabnya gitu, kantor google emang keren banget, dia juga belum lama ini baru renovasi. Selain arsitektur yang unik dengan mengusung tema yang Indonesia banget yaitu batik, fasilitas-fasilitas lengkap (kantin&camilan gratis, area main games, ruang diskusi yang unik, dll), juga penamaan ruangannya dibuat unik dengan istilah bahasa Indonesia tentunya. Kebayang dong enaknya kalo kerja disana? enak banget pasti.

Dari semua yang tersedia di kantor google itu kalau disatuin itu sih jadi suatu paket keindahan yang enak dilihat tapi juga nyaman dijalanin pastinya.

Indah gak berarti harus mahal, gak berarti harus branded. Indah itu tergantung gimana kita lihatnya.
Berdasarkan ilmu budaya dasar, terdapat bahasan tentang manusia dan keindahan, manusia kan gitu gak bisa jauh-jauh dari yang namanya keindahan, emang dari sananya gitu kali ya kalo udah indah itu biasanya bikin kita nyaman juga, tapi balik lagi gak selalu semua yang indah bisa buat kitanya nyaman juga.

Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2013/11/28/1018222/melihat.kerennya.kantor.google.indonesia