Jumat, 24 April 2015

Memberi Uang Pada Pengemis

Kalo ketemu pengemis meminta-minta uang dijalan, apa yang kalian lakuin? kasih atau nggak?
Sebagian pasti ada yang ngasih sebagian ada yang nggak.

Sedikit bahas soal hukum sedekah (pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara suka rela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu) menurut islam. Firman Allah SWT dalam QS.An-nisaa[4]:114 yang artinya :
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah, maka kelak kami akan memberi kepadaya pahala yang besar.”
Nggak ada dalam sejarah di dunia ini ada orang yang miskin karna bersedekah. Justru dengan bersedekah rezekinya akan terus bertambah dan semakin berkah.

Memberi pengemis itu = memberi sedekah kan, terus kenapa dong sama pemerintah dibuat peraturan nggak boleh memberi uang ke pengemis?

Di kehidupan sehari-hari pengemis itu nyatanya telah diorganisir dengan berbagai modus, oleh karena itu mengemis ditetapkan menjadi tindak pidana, begitu juga yang memberi pada pengemis tersebut. Di dalam Pasal 40 Perda DKI 8/2007 diatur mengenai larangan untuk mengemis, dan juga melarang orang memberi uang atau barang kepada pengemis.

Didalam islam pun juga diatur orang-orang yang bagaimana saja yang berhak menerima sedekah dan orang-orang yang bagaimana yang tidak berhak menerima sedekah karna mereka masih mampu untuk bekerja. Sesungguhnya mengemis itu bukan merupakan hal yang dimuliakan.

"Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah"

Berdasarkan ilmu budaya dasar, terdapat materi tentang manusia dan cinta kasih. Dari bahasan diatas, kita dapat mengaitkannya dengan hubungan manusia dengan sesama manusia.
Sebagai sesama manusia yang merupakan makhluk sosial kita sudah seharusnya saling membantu, karena tanpa bantuan orang lain kita tidak akan mampu melakukan apapun.
Sebagai manusia kita juga punya rasa simpati, yang membuat hati kita tergerak ketika melihat pengemis dijalan contohnya, tetapi jika dilihat berdasarkan teori yang dijelaskan diatas pasti muncul pro dan kontra di masyarakat. Jadi, ada baiknya jika rasa simpati itu di pilih-pilih dulu, baru selanjutnya terserah kita mau memberi ke pengemis tersebut atau tidak. 

Sumber:
http://indriyulia.blogspot.com/2014/04/hukum-memberi-sedekah-kepada-pengemis.html
http://indriyulia.blogspot.com/2014/04/hukum-memberi-sedekah-kepada-pengemis.html

Si Pitung

Dari judulnya "Si Pitung" kita pasti udah gak asing lagi, entah itu tau ceritanya atau cuma sekedar pernah dengar aja.

Prosa merupakan salah satu karya sastra Indonesia. Prosa itu macamnya banyak, salah satunya hikayat. Hikayat itu adalah cerita kehidupan orang gitu misalnya para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, raja-raja, dll yang memiliki kesaktian dan kekuatan luar biasa, walaupun kesaktian itu terkadang kurang masuk akal. Si Pitung merupakan salah satu contoh dari hikayat tersebut.

Berikut ini kisah Si Pitung


Suatu sore, Pak Piun dan Bu Pinah sedang duduk di balai-balai bambu. Beberapa hari lagi  Bu Pinah akan melahirkan, Pak Piun bahagia, sambil menggumamkan doa. Padi yang baru saja dipanen dirampas oleh centeng-centeng Babah Liem. Babah Liem adalah tuan tanah yang ada di kampung Rawabelong, dia mengangkat centeng-centeng dari pribumi untuk menagih pajak yang digunakan untuk membayar ke Belanda. Bu Pinah pun melahirkan anaknya dan diberi nama Pitung. Si Pitung terdidik menjadi anak yang sopan, suka menolong dan sholeh. Si Pitung belajar agama dan silat pada Haji Naipin. Haji Naipin mencurahkan semua ilmunya kepada Pitung, bahkan ia diberi ilmu pancasona, yaitu ilmu kebal senjata, ilmu itu digunakan untuk membela dari kezaliman.
        Suatu ketika Pitung melihat kesewenangan centeng-centeng Babah Liem terhadap tetangganya. Pitung ingin menolong, tetapi dilarang oleh ibunya. Di hari lain Pitung melihat kejadian itu lagi, Pitungpun melawan mereka, akhirnya Pitung dapat mengalahkan mereka. Suatu hari Pak Piun menyuruh Pitung menjual kambing ke pasar. Ternyata, si Pitung dibuntuti oleh seorang centeng. Centeng mengawasi ketika Pitung mengantongi uang di saku. Pitung singgah di mushola, ketika ia melepas baju untuk mandi dan berwudhu, uang tersebut diambil oleh centeng. Di rumah ia dimarahi oleh ayahnya, dan Pitung kembali ke pasar untuk mencari orang itu dan menemukannya sedang berkumpul dengan teman-temanya di warung kopi. Pitung datang dan menghardik mereka. Mereka marah dan menyerang Pitung, namun pada akhirnya mereka kalah.
       Pitung memutuskan untuk membela rakyat jelata dan membentuk kelompok untuk merampok harta orang kaya yang akan dibagikan kepada orang yang kekurangan. Orang-orang kaya pun tidak tentram. Schout Heyne, Kontrolir Kebayoran, memerintah untuk mencari tahu keberadaan Pitung. Pitung pun berpindah-pindah tempat. Sampai akhirnya mereka terjebak dan tertangkap. Pitung meloloskan diri melalui genteng penjara. Schout memerintah untuk menangkap Pak Piun dan Haji Naipin, mereka dibui karena tidak mau mengatakan keberadaan Pitung. Pitung mendengar ayahnya dan gurunya dibui, lalu Pitung menyerahkan diri. Pitung tetap tidak akan menyerah, walaupun ia sudah tertangkap. Hal ini menyebabkan Schout Heyne marah bersiap menembak Pitung dan Pitungpun roboh bersimbah darah.
        Pitung dimakamkan beberapa hari kemudian, banyak rakyat yang mengiringi jenazah. Beberapa bulan kemudian Schout Heyne dipecat dari jabatan Kontrolilr Kebayoran karena ia telah menembak orang yang tidak melawan saat ditangkap.


Berdasarkan cerita tersebut dapat diambil banyak amanat dari segi konsepsi ilmu budaya dasar. Diantaranya yaitu:
  1. Si Pitung digambarkan merupakan manusia yang berkeyakinan teguh, dia yakin bahwa suatu saat nanti dia akan dapat melawan ketidakadilan
  2. Si Pitung digambarkan memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap sesama
  3. Si Pitung digambarkan mencoba menegakkan keadilan
  4. Si Pitung digambarkan sebagai manusia yang suka menolong, shaleh dan sopan. 

Sumber:
http://www.gudangnews.info/2012/05/ringkasan-dan-analisis-epos-cerita.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa

Dance alias tarian

Apa sih yang pertama dipikirin begitu disebut kata itu?
Pasti langsung kepikiran gerakannya dan jenis tariannya.

Ngomongin soal dance alias tarian, kayaknya nggak ada rasanya manusia yang bener-bener nggak suka sama tari. Walaupun nggak suka, minimal ya pernah liat kali ya.
Ayo berteori dikit. Nih ya otak manusia aja yang bagian sebelah kanan kan otak buat seni, nah tarian juga termasuk di dalam seni tuh, jadi walaupun nggak suka tapi pasti orang itu diem-diem juga pernah berdecak kagum sama tarian atau seni itu biarpun cuma dalam hati. Secara gak langsung itu mah udah suka namanya cuma orangnya aja yang kurang tertarik mungkin.

Saya sendiri kalo ditanya suka tari apa nggak jawabannya udah pasti iya. Saya tipe manusia yang sangat menyukai tarian dengan ngeliatin. Ngeliat orang nari itu enak banget menurut saya, mau itu breakdance, tari tradisional atau ala-ala korea yang udah berhasil buat "korean wave" di dunia termasuk juga di Indonesia.

Sedikit ngomongin soal "Korean wave" atau "Hallyu" atau globalisasi budaya korea. Semua itu awalnya karna presiden Korea tahun 1994 yaitu Kim Young-sam mendeklarasikan globalisasi sebagai visi nasional dan sasaran strategi pembangunan. Mulai dari situ budaya Korea berkembang luas di dunia sampai sekarang.

Nah kalo Indonesia kan budayanya lebih banyak tuh terus gimana?
Wih Indonesia mah banyak banget budayanya, budaya seni juga salah satunya. Dari yang saya baca di web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disitu semua dijelasin kalo kemendikbud sedang berusaha membangun citra Indonesia di negara lain salah satunya dengan kebudayaan. Kemendikbud memfasilitasi pelaku kebudayaan. Sebenernya budaya Indonesia juga udah go international kok, terbukti dari udah banyak pelaku seni Indonesia yang di undang tampil diluar negeri.

Balik lagi ke masalah tarian atau dance yang dibahas di awal.
Untuk soal praktek nari, kalo saya ditanya, saya suka nari tradisional. Suka bukan berarti pinter ya, saya cuma belajar beberapa tarian dari mulai saya sd. Bukannya sok cinta Indonesia banget saya juga suka kok liat breakdance sama dance ala-ala korea gitu, tapi menurut saya tari tradisional itu emang enak buat dipraktekinnya, ada detail-detail yang khas gitu yang harus di perhatiin contohnya kayak tari saman. Selama nari saman dari awal sampai akhir banyak banget detailnya yang kalo salah ya keliatan banget soalnya narinya bareng-bareng dengan gerakan yang sama.

Setiap orang punya selera yang beda lah pasti soal tarian atau sebut aja seni, cuma sebagai warga negara yang baik ada bagusnya kalo kita tetep suka sama budaya sendiri kan. Gak papa sih suka sama tari luar tapi paling nggak budaya sendirinya juga jangan dilupain.
Karna pada dasarnya balik lagi, kita, sebagai manusia ya memang secara langsung atau gak langsung pasti berhubungan dengan kebudayaan.
Jadi, sebagai manusia ayo kita sama-sama lebih mencintai lagi budaya kita sendiri dan juga tetap menghargai budaya bangsa lain.