Sosialisasi
secara umum dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk
mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga
terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau
perilaku masyarakatnya.
Sosialisasi sangat dibutuhkan kita sebagai manusia, karena pada dasarnya walaupun kita merupakan makhluk individu tetapi kita juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dan interaksi dengan orang lain.
Sosialisasi sangat dibutuhkan kita sebagai manusia, karena pada dasarnya walaupun kita merupakan makhluk individu tetapi kita juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dan interaksi dengan orang lain.
Media sosialisasi juga beragam misalnya didalam keluarga, didalam lingkungan pertemanan (organisasi di kampus misalnya), sampai media massa.
Menurut saya masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk bersosialisasi dengan orang lain, yang membuat cara sosialisasi kita dengan orang lain sama adalah semuanya pasti diawali dengan komunikasi.
Komunikasi itu bagian yang sangat penting menurut saya karena dengan cara kita berkomunikasi dengan orang lain dapat dilihat seperti apa sih kita itu.
Saya bukan merupakan orang yang mudah bersosialisasi dengan orang lain terutama dengan sekumpulan orang sekaligus karena sifat saya yang cenderung pemalu dan kurang percaya diri, biasanya untuk memulai komunikasi dengan orang yang baru saya membutuhkan waktu sampai saya merasa terbiasa atau bisa dibilang nyaman untuk terbuka berkomunikasi dengan orang tersebut, terkadang sifat saya tersebut menghambat saya bersosialisasi, solusi yang biasa saya lakukan adalah berusaha menyamankan diri saya dengan orang tersebut biasanya dengan SKSD (Sok Kenal Sok Deket) dengan orang tersebut misalnya saja sewaktu masuk kuliah pertama kemarin, saya berusaha mencari kenalan dulu sebelum masuk kuliah, menurut saya akan lebih mudah jika sudah punya kenalan seperti itu baru memulai komunikasi dengan anak-anak kelas.
Biasanya setelah mulai saling berkomunikasi secara intens maka secara otomatis biasanya sosialisasi pun akan berjalan dengan baik. Hanya saja ketika komunikasi sudah lancar biasanya dalam bersosialisasi masih ada saja masalah seperti ada kata-kata yang kita gunakan disalah artikan sehingga terjadi kesalahpahaman, dsb. Untuk mengatasi hal itu maka dalam berkomunikasi juga diperlukan adanya batasan-batasan, diantaranya: Berhati-berhati dalam memilih kata dan dalam berkomentar, menyadari kapan kita dibutuhkan berbicara kapan kita hanya harus diam.
Di dalam sosialisasi hal terpenting yang kedua adalah kecocokan dan saling pengertian. Maksud kecocokan disini adalah ketika kita memiliki kesamaan sesuatu itu kita bisa menjadi lebih dekat sehingga sosialisasi akan lebih mudah dilakukan. Contohnya seperti sosialisasi dalam komunitas, komunitas pecinta alam misalnya, mereka sama-sama berada dikomunitas itu karena sama-sama menyukai alam bisanya kegiatan mereka adalah naik gunung, jika sudah memiliki kecocokan itu maka sosialisasi diantara mereka secara garis besar akan berjalan dengan lancar karena obrolan mereka pasti cocok. Saya bisa dibilang menyukai banyak hal sehingga tidak ada yang suka secara khusus sehingga dalam bersosialisasi dengan kecocokan biasanya saya bisa cepat hanya jika bukan yang terlalu aneh-aneh.
Saling pengertian ini adalah hal terpenting ketiga menurut saya dalam bersosialisasi, karena dalam sosialisasi ada saatnya kita terjebak dalam suatu kondisi dimana kita berhalangan tetapi ada tanggung jawab yang harus dijalankan juga misalnya seperti ketika ada tugas kelompok saya bertugas membawa tugas tersebut ke kampus besok sedangkan ternyata ketika hari Hnya saya sakit, pada saat ini dibutuhkan pengertian teman sekelompok karena saya pasti tidak bisa membawa sendiri tugas itu ke kampus, tetapi karena tanggung jawab saya juga harus memikirkan bagaimana caranya tugas tersebut bisa dikumpulkan hari itu tanpa harus saya yang langsung mengerjakannnya.
Adakalanya saling pengertian tidak berjalan lancar sehingga pasti menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya dalam konflik tersebut harus ada yang mengalah. Saya sifatnya terlalu pasrah terima nasib, kadang-kadang ketika ada suatu masalah orang lain menyalahkan saya, saya akan susah untuk menjelaskannya padahal bukan saya yang salah, karena saya juga orangnya terlalu tidak enakan sama orang, ketika saya disalahkan dan saya mau membela diri sering saya memikirkan dahulu bagaimana posisi orang lain ketika saya membela diri saya terlalu takut jika akan muncul konflik yang baru atau malah pembelaan yang saya lakukan tidak dipercaya, sehingga dalam situasi tertentu saya mengalah saja. Untuk sifat saya yang ini saya belum bisa menemukan solusinya.
Jika kesalahpahaman sudah bisa diatasi dengan saling pengertian maka biasanya yang terpenting terakhir adalah saling memaafkan dan jangan menyimpan dendam.
Menurut saya jika hal-hal yang terpenting itu sudah dilakukan maka sosialisasi pun akan berjalan dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar